Ombudsman :”Kejar Para Pendaur Ulang Cutton Bud Swab Antigen!!

Selamat Memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW - Bupati dan Wakil Bupati Takalar - Sulselberita

HUT ke-81 RI Bupati dan Wakil Bupati Takalar

HUT ke-81 RI Ketua DPRD Takalar

SULSELBERITA.COM. Medan,
Ombudsman RI Perwakilan Sumut berharap
Poldasu terus melakukan pengejaran pihak pihak yang terlibat dalam kasus pendaurulangan cutton bud swab antigen.

“Ini adalah kasus kejahatan yang sungguh luar biasa, apalagi diungkapkan polisi seluruh proses daur ulang itu dilakukan di Laboratorium perusahaan plat merah Kimia Farma, ” kata Kepala Ombudsman RI Perwakilan Sumut Abyadi Siregar menjawab wartawan, Jumat (30/04/2021).

Bacaan Lainnya

HUT ke-81 RI ody Riyan Saputra - Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Takalar

dr. Ruslan Ramli, M. Adm. Kes, HUT Ke-81 RI

Bansuhari Said - Camat Pattallassang Kabupaten Takalar

HUT ke-81 RI Ayatullah Rawatib - Plt. Camat Polongbangkeng Selatan

Firmansyah Habsi - Lurah Pappa Kecamatan Pattallassang - Takalar

dr. irmayani, HUT Ke-81 RI

Himbaun Pasang Bendera Merah Putih HUT ke-81 RI

Menurutnya, permintaan pengembangan pengusutan kasus tersebut, menjadi sangat penting. Karena bisa saja penggunaan Cutton buds Swab yang hasil daur ulang itu, tidak hanya digunakan di Bandara Internasional Kualanamu (KNIA).

” Sangat besar kemungkinan aksi kejahatan itu juga digunakan di tempat tempat lain. Karena itu, ombudsman berharap, penyelidikan jangan berhenti sampai di Bandara Kualanamu. Tapi perlu dikejar, di tempat mana lagi Cutton bud antigen swab itu digunakan,” tegas Abyadi.

Upaya pengejaran secara detail kasus ini, sangat penting. Karena ini adalah kejahatan yang luar biasa. Karena sangat besar kemungkinan tindakan para pelaku yang menggunakan perusahaan Kimia Farma itu telah berperan besar menyebarkan/menularkan virus Covid19 yang sangat mematikan tersebut.

“Di tengah tengah kerja keras pemerintah dan semua pihak menghentikan penyebaran virus Covid19, justru para pelaku tega melakukan tindakan yang berpotensi menyebarkan virus Covid19 yang sangat mematikan ini,” kesalnya.

Pengembangan kasusnya, sambung Abyadi Siregar, tidak saja mengarah pada sekedar pencarian lokasi atau tempat penggunaan Cutton bud antigen yang didaur ulang itu. Tapi juga mengarahkan pengembangan untuk mendapatkan pihak pihak yang terlibat. Karena bisa saja ada orang lain yang ikut menikmati bisnis jahat ini.

Ombudsman RI juga mengharapkan penanganan kasusnya dilakukan sesuai proses hukum. Para pelaku harus mendapat ganjaran sesuai hukum yang berlaku.

“Padahal, sejak tahun 2020 negara ini telah bekerja susah payah menghentikan penyebaran virus ini. Tapi justru mereka melakukan tindakan kejahatan yang berpotensi menyebarkan virusnya,” ujarnya.

Ombudsman juga sangat mengapresiasi sekaligus menyampaikan terimakasih atas keberhasilan jajaran kepolisian di Sumut yang berhasil membongkar perbuatan jahat ini. Dan, kita yakin, seluruh masyarakat juga akan memberi apresiasi yang luar biasa kepada kepolisian. Sebab, dengan berhasil dibongkarnya tindakan pendaurulangan Cutton buds antigen swab ini, itu artinya telah menghentikan penyebaran virus Covid19 yang mewabah ini.

“Ombudsman juga minta Kimia Farma sebagai perusahaan besar milik pemerintah, mengevaluasi pelaksanaan seluruh usahanya di Indonesia. Karena bisa aja kasus ini terjadi di provinsi lain. Lakukan pengawasan yang lebih ketat,” tandas Abyadi Siregar. (AVID/r)

Pos terkait