Ketua DPP LSM GEMPA INDONESIA Laporkan Kasus Pengeroyokan Muhammad Bin Benjong di Polda Sulsel

355

SULSELBERITA.COM. Makassar - Ketua DPP LSM GEMPA INDONESIA Amiruddin.Kr.Tinggi melaporkan kasus pengeroyokan dan penganiayaan terhadap diri Muhammad bi Benjong dipolda sulawesi selatan tanggal 16 Maret 2021 pelakunya diduga oknum kepala desa Ujung Bulu, kepala Dusun Balewang dan Lel.Maro dimana kejadian tersebut di Kampung Kayu Colo Dusun Kayu Colo,Desa Ujung Bulu Kecamatan Rumbia Kabupaten Jeneponto Provinsi Sulawesi selatan, kejadian pengeroyokan dan penganiayaan korban mengalami cacat permanen giginya rontok sebanyak 6 biji dan tulang rusuk retak akibat pengeroyokan tersebut,laporan tersebut ditembuskan ke Irwasda polda,Kepala Dinas Kehutanan provinsi sulawesi selatanDPRD Kabupaten Gowa,Kapolres Gowa dan Kapolres jeneponto.

Dikatakan oleh ketua DPP LSM GEMPA INDONESIA saat ditemui oleh awak media disalah satu warkop di Sungguminasa, korban sempat diopname di puskesmas Malakaji kecamatan Tompobulu, Kabupaten Gowa selama 3 hari 3 malam akibat pengeroyokan dan penganiayaan tersebut.

Ditambahkan Amiruddin SH.Kr.Tinggi, akibat pengeroyokan yang dilakukan oleh oknum kepala desa tersebut berteman,maka pada tanggal 12 Februari 2012 Naim bin Dea memberanikan diri sekalipun jiwanya terancam tetap melaporkan kasus ini kepolres Jeneponto dan diberikan tanda bukti laporan Nomor:TBL/49/II/2021/SPKT.JPT, Nama sampai saat ini penyidik pada polres Jeneponto belum ada satu orang pun pelaku pengeroyokan dan penganiayaan yang ditetapkan sebagai tersangka satu orang pun sementara pelaku sebanyak 3 orang dan pelaku utamanya diduga kuat adalah kepala Desa Ujung Bulu dan kasus ini sudah berjalan hampir 2 bulan.

Baca Juga  Gerebek TKP Pesta Sabu, Timsus dan Unit 2 Sat Narkoba Polres Gowa Bongkar Jaringan Pelaku CURAT, ini Kronologinya

Lanjut Kr.inggiT,.Pelapor Naim bin Dea sangat terancam jiwanya karena berani melaporkan kepala Ujung Bulu ,jangan sampai mendapat perlakuan yang sama seperti yang terjadi pada diri Korban penganiayaan dan pengeroyokan (Muhammad bin Benjong)karena Muhammad saja hanya datang menghadiri sidang keluarga nya di Pengadilan negeri Jeneponto yang dilaporkan oleh kepala desa Ujung Bulu dengan tuduhan pengrusakan, diketahui oleh kepala desa bahwa Muhammad pernah hadiri persidangan keluarga nya sehingga pada saat melayat ke rumah orang tua pelaku (Maro), sempat dilihat oleh kepala desa Ujung Bulu dirumah duka orang tua Maro dan lansung Muhammad mendapat serangan dari kepala desa kepala ,dusun dan.lel.Maro bertubi tubi.

Menurut Amiruddin.SH Kr.Tinggi melaporkan kasus ini karena kepala desa Ujung Bulu sangat ditakuti oleh warga Kelurahan Cikoro kecamatan Tompobulu Kabupaten Gowa,terbukti Tapal batas Kabupaten Gowa dengan Kabupaten Jeneponto di pindahkan kepala desa Ujung Bulu tidak dapat diproses secara hukum,dan pernah melakukan perambahan Hutan lindung dilaporkan dipolda juga tidak ditindak lanjuti, maka Ketua DPP LSM GEMPA INDONESIA yang dikenal vokal ini mengecam kepada kepala desa yang sok jagoan,kebal hukum, seharusnya kepala desa memberikan contoh tauladan kepada masyarakat disekitarnya,bukannya memberikan contoh yang tidak patuh ditiru seakan akan sok jagoan dan kebal hukum.

Baca Juga  Miris....SDN 01 Onembute Krisis Kedisplinan Guru

Lanjut Amiruddin,laporan kepoda ini tujuan nya agar penyidik polres Jeneponto yang menangani kasus pengeroyokan dan penganiayaan tersebut agar profesional,menjalankan tugas selaku pelayan ,pengayom, pelindung dan penegak hukum dapat menuntaskan kasus tersebut demi untuk mengembalikan citra penegak hukum dimata masyarakat.

Amiruddin menambahkan seorang kepala desa tidak elok apabila ditakuti oleh masyarakat dan tidak etis kalau membuat aturan sendiri dengan cara memindahkan Tapal batas Kabupaten antara Gowa dan Jeneponto,sementara batas itu ada sejak jaman kerajaan gowa .

Amiruddin SH.Kr.Tinggi mengecam kepada DPRD kabupaten Gowa karena pal batas Kabupaten Gowa dapat dipindahkan oleh Kepala desa Ujung Bulu Kecamatan Rumbia Kabupaten Jeneponto,DPRD Kabupaten Gowa tidak dapat berkutik,dimana lagi masyarakat Parang Keke tidak tenang dan was was atas kelakuan kepala desa Ujung Bulu yang sifatnya dikenal temperamen,DPRD Kabupaten Gowa seharusnya dapat melindungi rakyatnya atas keresahan tersebut,dan dapat melaporkan pelaku pemindahan Pal Batas kabupaten gowa karena pal batas Kabupaten Gowa ada sejak jaman kerajaan dan pal batas gowa namanya Batu Kursi.

Diduga akibat Ulah kepala Ujung Bulu memindahkan Pal batas wilayah Gowa tujuannya mata air yang ada dihutan lindung Gowa dapat dibanguni Pansi mas milik PU kabupaten jeneponto, dan terbukti kepala Desa Ujung Bulu sudah membuka kebun untuk miliknya dengan cara membabat hutan lindung sehingga berujung ada laporan kepala desa Ujung Bulu dipolres Jeneponto dengan tuduhan pengrusakan Pipa Pansimas,yang dituduh adalah masyarakat kelurahan cikoro kecamatan Tompobulu Kabupaten Gowa.

Baca Juga  Konsumsi Narkoba,Dua Staff Kantor Desa Diamankan Satnarkoba Polres Gowa

Ditambahkan lagi oleh Ketua DPP LSM GEMPA INDONESIA bahwa pengrusakan pipa yang dilaporkan oleh kepala desa Ujung Bulu Locus atau tempat kejadian bukan diwilayah hukum Jeneponto,tetapi pal batas Daerah jeneponto dipindahkan masuk di hutan lindung Gowa secara ilegal maka tempat kejadian pengrusakan masuk diwilayah hukum Jeneponto,itu diduga permainan licik Kepala desa Ujung Bulu.,tetapi kalau berdasarkan Pal batas Kabupaten Gowa yang ada sejak jaman kerajaan gowa,maka polres jeneponto tidak berhak sama sekali melakukan proses penyidikan terhadap tuduhan pengrusakan tersebut,karena tempat kejadian masuk wilayah hukum Kabupaten Gowa.

Ketua DPP Lsm Gempa Indonesia berharap kepada penyidik polres jeneponto agar dapat menuntaskan kasus pengeroyokan dan penganiayaan terhadap diri Muhammad bin Benjong yang sudah hampir 2 bulan lamanya dilaporkan,dan menahan pelaku berdasarkan aturan yang berlaku demi menegakkan hukum diwilayah hukum Polres jeneponto tanpa pandang bulu tutup Ketua DPP Lsm Gempa Indonesia.

Advertisement
BAGIKAN