ASR Coffe Break, Hadir ditengah Krisis Peran Milenial dalam Merajuk Kebhinekaan dan Berbangsa

HUT ke-81 RI Bupati dan Wakil Bupati Takalar

HUT ke-81 RI Ketua DPRD Takalar

SULSELBERITA.COM. Bangsa Indonesia yang lahir dari keanekaragaman suku, agama, budaya, bahasa, dan daerah asal yang tersebar luas dalam ribuan pulau perlu menyepakati suatu cara hidup bersama dalam kebhinekaan sebagai warga negara suatu bangsa.

Salah satu cara hidup bersama itu adalah cara pandang tentang diri dan lingkungan dalam mencapai tujuan nasional. Seiring berjalannya waktu, makna Bhinneka Tunggal Ika semakin luntur. Sudah terlihat kecondongan terpecah belah, individualis dengan dalih otonomi daerah, perbedaan SARA, tidak lagi muncul sifat tolong menolong atau gotong royong. Banyak anak muda yang kurang mengenal makna Bhineka Tunggal Ika, banyak orang tua lupa akan kata-kata ini, sehingga ikrar yang ditanamkan jauh sebelum Indonesia merdeka memudar begitu saja.

Bacaan Lainnya

HUT ke-81 RI ody Riyan Saputra - Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Takalar

dr. Ruslan Ramli, M. Adm. Kes, HUT Ke-81 RI

Bansuhari Said - Camat Pattallassang Kabupaten Takalar

HUT ke-81 RI Ayatullah Rawatib - Plt. Camat Polongbangkeng Selatan

Firmansyah Habsi - Lurah Pappa Kecamatan Pattallassang - Takalar

dr. irmayani, HUT Ke-81 RI

Himbaun Pasang Bendera Merah Putih HUT ke-81 RI

Oleh karena itu ASR Coffe Break, hadir Mengajak kaum Milenial ditengah Krisis Kebhinekaaan dalam berbangsa dalam kehidupan sehari hari.

Sebagai anak muda Indonesia sudah seharusnya menjaga kebhinnekaan Indonesia dengan cara mengimplementasikan bhinneka tunggal ika dengan sungguh-sungguh. Ujar salah satu Pemateri Jendral Lapangan ASR” Jend Songo

Jend Songo,” Generasi Milenial sebagai generasi Penerus dan masa depan bangsa sehingga di harapakan dapat berkontribusi nyata dalam memberikan pemahaman kepada Masyarakat dalam menyikapi berbagai dinamika berbasis SARA yang terjadi dewasa ini.termasuk dalam menangakal berbagai isu tentang ketidak berpihakan pemerintah terhadap perbedaan agama, suku, maupun golongan Masyarakat. jelas Jendral Songo

Bangsa Indonesia yang lahir dari keanekaragaman suku, agama, budaya, bahasa, dan daerah asal yang tersebar luas dalam ribuan pulau perlu menyepakati suatu cara hidup bersama dalam kebhinekaan sebagai warga negara suatu bangsa. Salah satu cara hidup bersama itu adalah cara pandang tentang diri dan lingkungan dalam mencapai tujuan nasional. Seiring berjalannya waktu, makna Bhinneka Tunggal Ika semakin luntur. Sudah terlihat kecondongan terpecah belah, individualis dengan dalih otonomi daerah, perbedaan SARA, tidak lagi muncul sifat tolong menolong atau gotong royong. Banyak anak muda yang kurang mengenal makna Bhineka Tunggal Ika, banyak orang tua lupa akan kata-kata ini, sehingga ikrar yang ditanamkan jauh sebelum Indonesia merdeka memudar begitu saja. Oleh karena itu kita sebagai anak muda Indonesia sudah seharusnya menjaga kebhinnekaan Indonesia dengan cara mengimplementasikan bhinneka tunggal ika dengan sungguh-sungguh.

Masih Jend Lapangan ASR. La Songo”
Telah tampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia; Allah menghendaki agar mereka merasakan sebagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar).menurutnya jika bangsa ini akan baik baik saja maka kaum milenial atau pemuda sebagai penerus masa depan bangsa sudah seharusnya andil dan tidak kaku dalam menyelematkan bangsa dari kerusakan kerusakan moral.yang masih mempertahankan perbedaan sehingga tidak lagi dalam konteks kebhinekaan. kata dia

Sementara Pemateri lain, pun Menjelaskan hal yang sama agar kaum Milenial tetap bisa menjaga serta merajuk Bingkai Kebhinekaan

Sementara, beberapa hadirin dari kaum Milenial dari Mahasiswa dan Mahasiswi IAIN Kendari, dan sejumlah Mahasiswa Konawe Selatan juga mengajukan beberapa pertanyaan dan kemudian di jawab oleh Pemateri, Sehingga suasana dalam diskusi ASR Coffe Break Dalam Merajuk Bingkai Kebhinekaan. Menjadi hidup dan terbangun

Dalam Acara ASR Coffe Break ini juga, Protokol Kesehatan tetap dijalankan, Penggunaan masker, jaga jarak dan cuci tangan sebelum masuk.

 

Perwakilan Sulawesi Tenggara

( HNR ANDRI )

Pos terkait