Kasubag Humas Polres Maros: Tak Ada Penyerangan Ke Polsek Camba

Selamat Memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW - Bupati dan Wakil Bupati Takalar - Sulselberita

HUT ke-81 RI Bupati dan Wakil Bupati Takalar

HUT ke-81 RI Ketua DPRD Takalar

SULSELBERITA.COM. Maros, — Lima orang warga Dusun Madello Desa Baji Pa’mai diamankan setelah sempat masuk di Kantor Polsek Camba di Lingkungan Ujung Kelurahan Cempaniga Kecamatan Camba Kabupaten Maros dalam kondisi mabuk, Rabu dini hari, 14 Mei.

Mereka ini yakni Amirullah (44) seorang petani, Syaipul (23) berprofesi sebagai pelayaran, Amri (19) tak memiliki pekerjaan, Anwar (27) merupakan perangkat Desa di BPD Baji Pamai, dan Feri (29) seorang honor Pol PP.

Bacaan Lainnya

HUT ke-81 RI ody Riyan Saputra - Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Takalar

dr. Ruslan Ramli, M. Adm. Kes, HUT Ke-81 RI

Bansuhari Said - Camat Pattallassang Kabupaten Takalar

HUT ke-81 RI Ayatullah Rawatib - Plt. Camat Polongbangkeng Selatan

Firmansyah Habsi - Lurah Pappa Kecamatan Pattallassang - Takalar

dr. irmayani, HUT Ke-81 RI

Himbaun Pasang Bendera Merah Putih HUT ke-81 RI

Kasubbag Humas Polres Maros, Kompol Ribi menjelaskan jika kelima orang pelaku ini mendatangi Polsek Camba saat sedang mabuk dan memaksa untuk masuk kedalam melihat tahanan kasus pencurian.

“Mereka datang karena dalam kondisi mabuk dan membawa senjata tajam, sehingga diamankan oleh pihak kepolisian,” katanya.

Intinya kata dia, itu bukan karena ketidak percayaan mereka dengan Polri. Melainkan mereka dalam keadaan mabuk.

“Jadi tidak benar itu adanya penyerangan ke Mapolsek, yang ada sekelompok orang mabuk memaksa masuk ke Polsek Camba ke ruang tahanan. Makanya di amankan oleh petugas pada saat itu,” jelasnya.

Diakuinya saat ini memang Polsek Camba tengah menangani kasus pencurian. Dimana pelakunya telah di tahanan Mapolsek Camba.

“Mereka datang karena kemungkinan ingin menghakimi pelaku pencurian setelah mencuri di rumah korban yang merupakan saudara salah satu pelaku. Makanya mereka kita amankan karena selain tidak sadar karena sedang mabuk mereka juga membawa sajam berupa tiga buah parang dan satu buah gunting,”tegasnya.

Pos terkait