Cacat dan Hidup Sebatang Kara, Naharia Dg Jintu Berharap Dapat Perhatian Pemerintah Takalar

HUT ke-81 RI Bupati dan Wakil Bupati Takalar

HUT ke-81 RI Ketua DPRD Takalar

SULSELBERITA.COM. Takalar – Naharia Dg Jintu (52 thn) seorang janda yang mengalami cacat pada tangan kanannya, kini hdup sebatang kara di lingkungan Bontorita Kelurahan Mannangkoki kec. Polut Kab.Takalar.

Bacaan Lainnya

HUT ke-81 RI ody Riyan Saputra - Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Takalar

dr. Ruslan Ramli, M. Adm. Kes, HUT Ke-81 RI

Bansuhari Said - Camat Pattallassang Kabupaten Takalar

HUT ke-81 RI Ayatullah Rawatib - Plt. Camat Polongbangkeng Selatan

Firmansyah Habsi - Lurah Pappa Kecamatan Pattallassang - Takalar

dr. irmayani, HUT Ke-81 RI

Himbaun Pasang Bendera Merah Putih HUT ke-81 RI

Naharia Dg Jintu menempati sebuah rumah tua berlantai tanah, dengan dinding  yang penuh lubang, serta atap seng tua, mengaku menderita  cacat pada tangan sebelah kanannya sejak 5 tahun, akibatnya, Dg Jintu otomatis tak bisa mencari nafkah lagi.

“Berawal dari 5 tahun yang lalu, saya pergi menanam padi sebagai buruh tanam, namun sepulangnya tangan saya muncul bisul bisul kecil lalu membesar, akhirnya membusuk, lalu saya dibawa berobat ke rumah sakit yang memutuskan untuk dilakukan dioperasi, dan akhirnya setelah dilakukan operasi, kini tersisa 2 jari saja.”. Ungkap Dg Jintu, sambil memperlihatkan tangannya yang cacat. Selasa, (7/1/2020).

Lanjut diungkapkannya lagi, “Sejak saat itu, saya  tidak bisa bekerja lagi, jadi untuk makan sehari hari, saya hanya mengandalkan dari pemberian keluarga dan tetangga saja, karena saya tidak punya penghasilan lagi untuk bisa menghidupi diri saya”. Ungkap Dg Jintu lagi.

Lebih jauh diungkapkan Dg Jintu, “Saya sekarang tinggal seorang diri, saya dengar ada program bantuan pemerintah untuk janda dan warga penderita cacat seperti saya, tapi sampai sekarang saya tidak pernah mendapat bantuan seperti itu dari pemerintah Takalar, saya berharap, pemerintah memberikan perhatian dan bantuan yang kata orang  setiap bulan ada”. Ujar Dg Jibtu penuh harap.

Dari pantauan awak media ini, rumah tempat tinggal Dg Jintu sudah tidak layak huni lagi, sehingga seharusnya pihak pemerintah Kabupaten Takalar juga bisa membantu dengan program bedah rumah, karena setiap tahunnya program bedah rumah di Takalar selalu ada, namun sangat disayangkan, karena Rumah Dg Jintu yang seharusnya mendapat perioritas, justru sama sekali tidak tersentuh.

Sampai berita ini diturunkan, belum ada klarifikasi resmu dari pihak Dinas Sosial Kab.Takalar.

Pos terkait