Aliansi Mahasiswa dan Pemuda Anti Korupsi (AMPAK) Desak Bupati Manggarai agar Segara Mencopot Kepala Desa Salama, Ini Masalahnya

518

SULSELBERITA.COM. Manggarai - Pekerjaan proyek rabat beton dengan menghabiskan Anggaran Dana Desa senilai Rp.178.378.000, pada Desa Salama, Kecamatan Reok, Kabupaten Manggarai, provinsi NTT, diduga dikerjakan asal jadi oleh tim pembangunan desa.

Terlihat kondisi rabat beton yang sudah selesai dikerjakan itu sangat memprihatinkan, artinya prestasi fisik, volume pekerjaan dan kualitas pekerjaan sangat tidak sesuai.

Nampak terlihat pada bentuk rabat beton sangat memperhatinkan sekali. Hal tersebut, terlihat pada bentuk fisik rabat beton sangat tidak dapat bertahan lama diakibatkan kualitas fisik rabat beton tersebut tidak mampu menahan beban kendaraan yang melintas di ruas jalan rabat beton tersebut.

Rabat beton yang baru seminggu di selesaikan terlihat mulai pecah pada bagian pinggir dan tidak berkualitas. Masyarakat yang melihatnya menilai bahwa proyek tersebut dikerjakan asal – asalan, hanya mengejar target Pembangunan cepat selesai.

Baca Juga  Direktur Eksekutif Gerakan Rakyat Menggugat (GERAM) Duga DPRD Takalar Langgar Protokol Kesehatan.

Proyek rabat beton yang menelan anggaran Dana Desa Rp. 178.378.000, Dengan volume 124.8 meter persegi untuk anggaran tahap ke-2 dengan durasi waktu pekerjaan selama 90 hari kalender kerja.

“Pekerjaan jalan ini baru selesai Minggu ini, Seperti inilah kondisinya pak, pihak tim yang dipercayakan oleh Desa, untuk proyek pekerjaan ini, mengerjakannya asal jadi saja tanpa menjamin kualitas,” kata seorang warga yang enggan disebutkan namanya di lokasi.
Salah seorang warga di sekitar ruas jalan rabat beton tersebut, mengakui sangat kecewa dengan mutu pengerjaan proyek peningkatan jalan di wilayah tersebut.

Menurutnya, pengerjaan proyek tersebut tidak memiliki mutu sama sekali sehingga dinilai dikerjakan asal jadi saja.
Baru. 1 Minggu selesai di kerjakan, kini prestasi fisik proyek rabat beton telah rusak.

Baca Juga  Camat Galsel Berikan Teguran Keras Pada Kades Tarowang, Ada Apa??

“Pekerjaan tidak bermutu seperti rabat beton yang dikerjakan beberapa awal lapisan. Yang kami amati saat pengerjaan rabat beton ini, pekerjaan dilakukan tidak menggali fondasi dasarnya, hanya di letakkan di atas permukaan tanah saja ,beginilah hasilnya,” jelas seorang warga yang sama, sambil mempragakan seolah-olah kesal kepada tim pekerja Desa

Meski demikian, warga sekitar ruas rabat beton berharap agar pemerintah desa Salama segera memanggil pihak kontraktor dan segera mengecek kondisi di lapangan.

Salah satu aktivis putra daerah mengkonfirmasi lewat Via telepon terkait persoalan ini terhadapat kepala desa Salama, namun kepala desa Salama enggan memberikan komentar terkait persoalan diatas.

Besar dugaan kami, telah terjadi tindakan pidana korupsi atas pengerjaan proyek rabat beton di desa salama.
Maka dari itu, kami kemudian yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa & Pemuda Anti Korupsi (AMPAK) menyatakan sikap:
1. Copot kepala desa selama yang telah membiarkan kontraktor proyek rabat beton kerja asal jadi.
2. Mendesak kepala kejari manggarai agar secepatnya memanggil kades salama kec. Reo kab. Manggarai untuk diperiksa sesuai amanat Undang-undang.
3. Usut tuntas kasus proyek rabat beton dusun Diwu lewe, desa salama.
4. Tangkap & adili pelaku korupsi proyek rabat beton di desa salama.

Sumber:TIM
Editor:Ilham
Advertisement
BAGIKAN