Kapus Pattoppakang Pimpin Stafnya Lakukan Fogging di Wilayah Terjangkit Virus Zika

HUT ke-81 RI Bupati dan Wakil Bupati Takalar

HUT ke-81 RI Ketua DPRD Takalar

SULSELBERITA.COM.Takalar – Menyikapi merebaknya wabah penyakit aneh yang di duga Virus Zika yang beberapa hari terakhir ini menghantui warga Takalar dan Jeneponto, Dinas Kesehatan Takalar melalui kepala puskesmas Patoppakang, melakukan Fogging (pengasapan) di Dusun Batunapara, Dusun Pangnyangkalang, Desa Pangnyangkalan Kec.Marbo Kab.Takalar. Sabtu, (27/4/2019).

Virus Zika adalah salah satu Virus yang sangat berbahaya, yang mana sampai saat ini belum ditemukan obatnya, penyebab utama Virus Zika diketahui bersumber dari gigitan nyamuk Aedes aygifti yang juga penyebab demam berdarah.

Bacaan Lainnya

HUT ke-81 RI ody Riyan Saputra - Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Takalar

dr. Ruslan Ramli, M. Adm. Kes, HUT Ke-81 RI

Bansuhari Said - Camat Pattallassang Kabupaten Takalar

HUT ke-81 RI Ayatullah Rawatib - Plt. Camat Polongbangkeng Selatan

Firmansyah Habsi - Lurah Pappa Kecamatan Pattallassang - Takalar

dr. irmayani, HUT Ke-81 RI

Himbaun Pasang Bendera Merah Putih HUT ke-81 RI

Dalam kegiata Fogging ini, Kepala Puskesmas Pattopoakang Ikhsan Muis Putra memimpin langsung stafnya, dengan berkolaborasi dengan team dari dinas kesehatan Takalar.

Memang benar hari ininkami lanhsung turun kelapangan melakukan fogging, sebagai langkah tindak lanjut dari mewabahnya penyakit aneh yang kami curigai sebagai Virus Zika atapun Cikungunya, dimana penyebanya adalah Nyamuk Aedes Aygifti”. Ujar Ikhsan Muis Outra. Sabtu, (27/2019).

Hala senada juga disampaikan oleh Fitri yang merupakan staf Puskesmas Pattoppakang bagian Survelens, “Memang benar kami mau nyikapi munculnya penyakit ini dengan melakukan Fogging di Desa Pangnyangkalan sebagai salah satu desa yang kini mulai terserang penyakit tersebut.

Sebagaimana diberitakan media ini sebelumnya, Penyakit aneh sempat membuat warga yang ada di daerah perbatasan Takalar Jeneponto menjadi panik, bahkan telah memakan 1 orang korban jiwa, dan puluhan orang lainnya terpaksa harus di rawat di Puskesmas dan Rumah sakit, karena mengalami gejala penyakit yang sama.

Pos terkait