Legislator Takalar: Pencopotan Yang Dilakukan Bupati Dan PLT Kepala Desa Berpotensi Ganggu Stabilitas Daerah

HUT ke-81 RI Bupati dan Wakil Bupati Takalar

HUT ke-81 RI Ketua DPRD Takalar

SULSELBERITA.COM. Takalar – Menyusul kebijakan Bupati Takalar Syamsari Kitta, yang melakukan pencopoton terhadap jabatan anggota Badan Pengawas Perusahaan Daerah Air Minum Takalar (PDAM), langsung menuai kecaman dan kritikan pedas dari Legislator PPP Takalar, Makmur Mustakim.

Makmur Mustakim menilai jika akibat dari serangkaian pencopotan yang dilakujan oleh Bupati Takalar dan Plt Kepala Desa, membuat masyarakat Takakar terombang ambing, dan juga berpotensi mengganggu stabilitas daerah.

Bacaan Lainnya

HUT ke-81 RI ody Riyan Saputra - Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Takalar

dr. Ruslan Ramli, M. Adm. Kes, HUT Ke-81 RI

Bansuhari Said - Camat Pattallassang Kabupaten Takalar

HUT ke-81 RI Ayatullah Rawatib - Plt. Camat Polongbangkeng Selatan

Firmansyah Habsi - Lurah Pappa Kecamatan Pattallassang - Takalar

dr. irmayani, HUT Ke-81 RI

Himbaun Pasang Bendera Merah Putih HUT ke-81 RI

”Masyarakat Takalar saat ini tengah diombang ambing oleh  keputusan kepurltusan yang tidak menyejukkan. Serangkaian pencopotan yang dilakukan Bupati dan Plt kepala desa berpotensi mengganggu stabilitas daerah,” ujar Legislator PPP, Makmur Mustakim, Rabu (28/2/2018).

Hal senada juga diungkapkan oleh salah seorang aktivis senior Takalar H Imran AR Murshali, dirinya menyikapi pencopotan yang dilakukan oleh Bupati Takalar tersebut, dengan  menganggap jika Bupati Takalar tidak mencerminkan sosok pemimpin yang bijak. Keputusan itu, kata dia, akan membawa dampak buruk di birokrasi dan masyarakat.

“Bupati memang memiliki hak progatif mengatur daerah, memutasi dan mencopot, tetapi yang perlu diperhatikan adalah keamanan dan stabitas daerah, dimana dengan maraknya pencopotan kadus, tenaga honorer dan anggota badan pengawas PDAM, mulai membuat masyarakat resah,” Kecam H Imran.

Pos terkait