Sebut Tulisan Semua Wartawan Bohong, Kades Bontomanai Segera Berurusan Pihak Kepolisian

HUT ke-81 RI Bupati dan Wakil Bupati Takalar

HUT ke-81 RI Ketua DPRD Takalar

SULSELBERITA.COM. Takalar – Seorang oknum Kepala Desa di Takalar kembali berulah, kali ini  Kades Bontomanai kecamatan Mangarabombang Takalar, Agus Salim Daeng Nai, dalam sebuah forum yang dilaksanakan oleh Kejaksaan Negeri Takalar yang bertempat di Gedung PKK Jalan Kartini Kab.Takalar. (Rabu, 24/8/2017).

Ulah sang oknum Kades yang di maksud adalah dengan membuat sebuah pernyataan yang sangat kontroversi, dimana pernyataannya tersebut telah mengeneralisasi bahwa tulisan wartawan di media itu bohong semua. Pernyataan sang oknum Kades tersebut, tentunya membuat wartawan dan journalist yang kebetulan juga hadir saat itu bereaksi keras, karena menganggap apa yang di katakan oleh sang oknum Kades tak berdasar dan telah melecehkan karya tulis awak Media.

Bacaan Lainnya

HUT ke-81 RI ody Riyan Saputra - Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Takalar

dr. Ruslan Ramli, M. Adm. Kes, HUT Ke-81 RI

Bansuhari Said - Camat Pattallassang Kabupaten Takalar

HUT ke-81 RI Ayatullah Rawatib - Plt. Camat Polongbangkeng Selatan

Firmansyah Habsi - Lurah Pappa Kecamatan Pattallassang - Takalar

dr. irmayani, HUT Ke-81 RI

Himbaun Pasang Bendera Merah Putih HUT ke-81 RI

Pernyataan sang oknum kades Bontomanai Agus Salim Dg Nai langsung ditimpali oleh ketua PWI Takalar Manggarisi Dg Nyau “Jurnalis saat melakukan liputan dan menulis berita itu sudah sesuai dengan fakta di lapangan, datanya sangat Akurat” ujar wartawan senior tersebut.

“Justru oknum kades itu, kalau berbicara dihadapan publik harus hati hati apalagi langsung menuding wartawan itu beritanya banyak bohongnya, ini yang saya tidak terima, saya akan panggil dan surati oknum kades Bontomanai Agus Salim, terkait pernyataannya terbawa saat sosialisasi TP4D kejaksaan Kemarin.

“Selain itu pernyataan sang kades  akan saya laporkan ke polres Takalar secara resmi, menuding wartawan beritanya bohong ini suatu hal yang tidak bisa dibiarkan, pejabat di takalar saja enggan sebut tulisan wartawan bohong,” hanya ada seorang kades, ” Kuncinya.

Pos terkait