SULSELBERITA.COM. Makassar, 5 November 2026 – Program Studi Sastra Daerah, Fakultas Ilmu Budaya (FIB), Universitas Hasanuddin, menggelar pertemuan persiapan Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) Tahun 2027 pada Kamis (5/11/2026), bertempat di Ruang FIB 323 Universitas Hasanuddin. Kegiatan ini dihadiri oleh para dosen, tenaga kesekretariatan, serta 30 mahasiswa Program Studi Sastra Daerah.
Pertemuan ini merupakan langkah awal dalam mempersiapkan keikutsertaan mahasiswa Program Studi Sastra Daerah dalam Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) Tahun 2027. Kegiatan bertujuan memberikan wawasan, inspirasi, serta pemahaman kepada mahasiswa dalam mengembangkan ide dan gagasan kreatif yang berangkat dari potensi keilmuan Sastra Daerah dan kekayaan budaya lokal.
Dalam pertemuan tersebut, Ketua Program Studi Sastra Daerah, Dr. Muhlis Hadrawi, S.S., M.Hum., memaparkan gambaran umum mengenai Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) Universitas Hasanuddin. Pemaparan ini mencakup pengenalan PKM sebagai wadah pengembangan kreativitas, inovasi, dan kemampuan mahasiswa dalam menghasilkan gagasan serta karya yang bermanfaat. Mahasiswa juga diarahkan untuk memahami pentingnya persiapan sejak awal, menemukan ide yang potensial, serta membangun kerja sama dengan dosen pembimbing dalam menyusun proposal PKM yang berkualitas.
Salah satu bagian menarik dalam pertemuan ini adalah pemaparan sejumlah gambaran materi yang berpotensi dikembangkan menjadi gagasan proposal PKM. Dr. M. Dalyan Tahir memberikan gambaran materi mengenai etnomedisin dan pengobatan tradisional. Materi ini mengangkat kekayaan pengetahuan masyarakat lokal dalam memanfaatkan tumbuhan dan berbagai praktik pengobatan tradisional sebagai bagian dari warisan pengetahuan budaya yang menarik untuk diteliti dan dikembangkan.
Selanjutnya, Dr. Dafirah memaparkan materi mengenai permainan rakyat. Topik ini mendapat perhatian karena permainan rakyat tidak hanya merupakan bentuk hiburan tradisional, tetapi juga mengandung nilai-nilai sosial, pendidikan, kebersamaan, dan kearifan lokal yang diwariskan antargenerasi. Materi tersebut membuka peluang bagi mahasiswa untuk mengeksplorasi permainan tradisional sebagai objek kajian kreatif dan inovatif.
Sementara itu, Pammuda, S.S., M.Si. memberikan gambaran materi tentang pengajaran bahasa dan aksara Lontarak. Pembahasan ini menekankan pentingnya pelestarian bahasa dan aksara daerah melalui pengembangan metode pembelajaran yang kreatif, menarik, dan sesuai dengan kebutuhan generasi muda. Pengajaran bahasa dan aksara Lontarak juga memiliki peluang untuk dikembangkan melalui berbagai media dan inovasi pembelajaran.
Ketiga materi tersebut memberikan gambaran kepada mahasiswa bahwa kekayaan budaya lokal, pengetahuan tradisional, permainan rakyat, serta bahasa dan aksara daerah memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi ide-ide kreatif dalam kegiatan PKM. Mahasiswa didorong untuk tidak hanya melihat budaya sebagai warisan masa lalu, tetapi juga sebagai sumber inspirasi bagi lahirnya inovasi dan solusi terhadap berbagai persoalan masyarakat masa kini.
Dalam pertemuan ini, keterlibatan dosen dan tenaga kesekretariatan menjadi bagian penting dalam mendukung proses persiapan dan pelaksanaan PKM. Para dosen diharapkan dapat memberikan pendampingan, arahan, serta bimbingan kepada mahasiswa, mulai dari pengembangan ide, penyusunan proposal, hingga persiapan mengikuti tahapan seleksi PKM.
Kehadiran 30 mahasiswa menunjukkan antusiasme dan komitmen mahasiswa Program Studi Sastra Daerah untuk berpartisipasi dalam kegiatan akademik yang mendorong kreativitas, inovasi, dan kemampuan berpikir kritis. Melalui kegiatan ini, mahasiswa diharapkan mampu mengembangkan potensi keilmuan Sastra Daerah menjadi gagasan yang relevan, aplikatif, dan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.
Melalui pertemuan persiapan ini, Program Studi Sastra Daerah FIB Universitas Hasanuddin berharap dapat meningkatkan partisipasi dan kualitas proposal mahasiswa dalam PKM Tahun 2027. Sinergi antara dosen, mahasiswa, dan tenaga kependidikan diharapkan menjadi modal penting dalam menciptakan iklim akademik yang produktif, kreatif, dan inovatif.
Kegiatan ini sekaligus menjadi wujud komitmen Program Studi Sastra Daerah FIB Unhas dalam mendorong mahasiswa untuk terus berkarya, berinovasi, serta mengangkat kekayaan bahasa, sastra, dan budaya lokal sebagai sumber inspirasi dalam menghasilkan karya kreatif dan berprestasi.










