SULSELBERITA.COM. Takalar — Membangun lingkungan pendidikan yang aman, ramah, dan inklusif tidak cukup hanya menjadi tanggung jawab guru. Orang tua dan pemerintah juga memiliki peran penting dalam memastikan setiap anak mendapatkan perlindungan serta kesempatan berkembang sesuai potensinya.
Semangat tersebut diwujudkan TK Negeri Dharma Wanita Mangarabombang, Kabupaten Takalar, melalui kegiatan Parenting Zone yang digelar pada Sabtu, 17 Oktober 2026.
Kegiatan yang diikuti sekitar *60 orang tua murid* tersebut turut dihadiri Camat Mangarabombang, *Mappaturung, S.Sos.*, Bunda PAUD Kecamatan Mangarabombang, *Kartina Syahrir, S.Pd., M.Pd.*, serta Koordinator Wilayah Pendidikan Kecamatan Mangarabombang.
Mengusung tema “Kolaborasi Orang Tua dan Guru untuk Optimalisasi Potensi ABK dan Menciptakan Rumah dan Sekolah Aman dari Bullying”, kegiatan ini menjadi momentum memperkuat sinergi antara pemerintah, sekolah, dan keluarga.
Tak tanggung-tanggung, pihak sekolah menghadirkan *Titin Florentina Purwasetiawatik, S.Psi., M.Psi., Psikolog*, dosen Fakultas Psikologi Universitas Bosowa Makassar yang juga menjabat sebagai Ketua Kelompok Kerja (Pokja) Bunda PAUD Kota Makassar.
Titin merupakan psikolog berpengalaman dalam bidang tumbuh kembang anak, pengasuhan, serta pendampingan anak berkebutuhan khusus (ABK). Selain menjadi akademisi, ia juga aktif dalam berbagai organisasi profesi psikologi.
“Setiap anak memiliki potensi dan keunikan masing-masing yang perlu dikenali, dihargai, serta dikembangkan melalui pendampingan yang tepat. Sehingga kehadiran orang tua murid menjadi penting untuk kita bekali. Salut untuk TK Dharma Wanita atas kegiatan hari ini,” jelas Titin.
Ia menambahkan bahwa persoalan bullying perlu mendapatkan perhatian serius karena tindakan perundungan, baik secara fisik maupun verbal, dapat memengaruhi rasa aman, kepercayaan diri, serta perkembangan sosial emosional anak.
Sementara itu, *Camat Mangarabombang, Mappaturung, S.Sos.*, dalam pernyataannya memberikan apresiasi terhadap inisiatif sekolah yang menghadirkan edukasi pengasuhan bagi orang tua.
“Kami sangat mengapresiasi langkah TK Negeri Dharma Wanita Mangarabombang yang menghadirkan kegiatan seperti ini. Membangun generasi yang berkualitas harus dimulai dari keluarga. Pemerintah, sekolah, dan orang tua harus berjalan bersama untuk memastikan setiap anak tumbuh dalam lingkungan yang aman, sehat, dan penuh kasih sayang,” ujarnya.
Ia juga berharap kegiatan serupa dapat dikembangkan di satuan pendidikan lainnya sehingga penguatan pengasuhan dan perlindungan anak menjadi gerakan bersama di Kecamatan Mangarabombang.
Senada dengan itu, *Bunda PAUD Kecamatan Mangarabombang, Kartina Syahrir, S.Pd., M.Pd.*, dalam menekankan pentingnya penerimaan terhadap keberagaman karakteristik dan kebutuhan perkembangan anak.
“Setiap anak adalah istimewa dengan segala keunikan dan potensinya. Tidak boleh ada anak yang merasa berbeda lalu kehilangan kesempatan untuk berkembang. Orang tua dan guru harus menjadi tempat paling aman bagi anak untuk tumbuh, belajar, dan merasa dicintai. Inilah pentingnya kolaborasi keluarga dan sekolah yang terus kita dorong,” tuturnya.
Perhatian terhadap kegiatan ini juga datang dari Koordinator Wilayah Pendidikan Kecamatan Mangarabombang yang turut hadir bersama jajaran pemerintah kecamatan.
Dalam rancangan pernyataannya, Korwil Pendidikan menekankan bahwa kualitas pendidikan tidak semata-mata ditentukan oleh capaian akademik anak.
“Pendidikan yang berkualitas bukan hanya tentang kemampuan akademik, tetapi juga bagaimana sekolah memastikan setiap anak memperoleh layanan pendidikan yang aman, nyaman, dan sesuai kebutuhan perkembangannya. Kegiatan Parenting Zone ini merupakan praktik baik yang patut dikembangkan oleh satuan PAUD lainnya, khususnya dalam memperkuat pendidikan inklusif dan pencegahan bullying sejak usia dini,” ungkapnya.
Di sisi lain, *Pelaksana Tugas Kepala TK Negeri Dharma Wanita Mangarabombang, Alia Nilawati, S.Pd., M.Pd.*, menegaskan bahwa kegiatan Parenting Zone merupakan bagian dari komitmen sekolah untuk memperkuat keterlibatan keluarga dalam pendidikan anak usia dini.
“Parenting Zone ini menjadi langkah nyata sekolah dalam membangun kesamaan pemahaman antara guru dan orang tua bahwa pendidikan anak usia dini tidak hanya berorientasi pada kemampuan akademik, tetapi juga pada pembentukan karakter, kesejahteraan psikologis, serta pemenuhan kebutuhan perkembangan setiap anak,” papar Alia yang juga aktif menjadi pemateri pendidikan anak usia dini di berbagai forum.
Menurut Alia, keterlibatan orang tua menjadi kunci penting dalam menciptakan kesinambungan pendidikan antara lingkungan rumah dan sekolah.
Melalui kegiatan tersebut, orang tua diharapkan semakin memahami pentingnya komunikasi positif, penerimaan terhadap perbedaan, serta pendampingan yang sesuai dengan karakteristik dan kebutuhan perkembangan anak.
Antusiasme sekitar 60 orang tua murid menjadi gambaran positif bahwa keluarga memiliki kepedulian besar terhadap pendidikan dan tumbuh kembang anak.
Alia berharap Parenting Zone dapat memperkuat hubungan antara orang tua dan sekolah sekaligus menjadi bagian dari upaya berkelanjutan dalam mewujudkan lingkungan belajar yang inklusif, aman, nyaman, dan menggembirakan.
“Keberhasilan pendidikan anak usia dini bukan semata-mata diukur dari seberapa cepat anak mampu membaca, menulis, atau berhitung, melainkan juga dari sejauh mana setiap anak merasa aman, diterima, dihargai, dan diberikan kesempatan untuk tumbuh sesuai potensinya,” pungkas Alia.
Melalui Parenting Zone, TK Negeri Dharma Wanita Mangarabombang terus berupaya menghadirkan layanan pendidikan yang berpihak pada kebutuhan setiap anak, sekaligus memperkuat sinergi antara pemerintah, sekolah, dan keluarga dalam membangun generasi yang berkarakter, percaya diri, serta saling menghargai.(*)







