SULSELBERITA.COM. Takalar — Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Takalar terus mengoptimalkan kegiatan pertanian sebagai bagian dari pembinaan kemandirian Warga Binaan. Kali ini, Lapas Takalar berhasil memanen pisang dan 30 kilogram singkong dari lahan pertanian yang dikelola di lingkungan lapas, Selasa (13/10/2026).
Panen tersebut menjadi salah satu bentuk pemanfaatan lahan produktif untuk mendukung ketahanan pangan sekaligus memberikan pengalaman praktis kepada Warga Binaan dalam bidang pertanian. Melalui kegiatan ini, Warga Binaan diharapkan dapat mengembangkan keterampilan bercocok tanam yang bermanfaat sebagai bekal ketika kembali ke tengah masyarakat.
Kepala Sub Seksi Bimbingan Kerja Lapas Takalar, Rizal, mengatakan bahwa kegiatan pertanian merupakan bagian dari upaya pembinaan kemandirian yang terus dikembangkan secara berkelanjutan.
“Panen pisang dan 30 kilogram singkong ini merupakan hasil dari pemanfaatan lahan yang kami kelola. Kami ingin kegiatan pertanian tidak hanya menghasilkan produk pangan, tetapi juga menjadi sarana bagi Warga Binaan untuk belajar, berlatih, dan meningkatkan keterampilan yang bisa mereka manfaatkan setelah bebas nanti,” kata Rizal.
Rizal menambahkan, pihaknya akan terus mendorong pengembangan kegiatan pertanian dengan memanfaatkan potensi lahan yang tersedia agar dapat menghasilkan komoditas pangan yang bermanfaat dan bernilai ekonomis.
Sementara itu, Kepala Lapas Takalar, Andi Gunawan, mengapresiasi hasil panen tersebut sebagai bagian dari komitmen lapas dalam mendukung program ketahanan pangan dan pembinaan kemandirian Warga Binaan.
“Panen ini menunjukkan bahwa lahan yang tersedia dapat dimanfaatkan secara produktif. Kami terus mendorong kegiatan yang memberikan manfaat nyata, baik dalam mendukung ketahanan pangan maupun membekali Warga Binaan dengan keterampilan kerja. Harapannya, mereka memiliki kemampuan dan kepercayaan diri untuk menjalani kehidupan yang lebih baik setelah kembali ke masyarakat,” tegas Andi Gunawan.
Menurutnya, pembinaan kemandirian melalui sektor pertanian menjadi salah satu upaya untuk membentuk Warga Binaan yang produktif, mandiri, dan siap berkontribusi positif di tengah masyarakat.
“Melalui kegiatan panen pisang dan singkong ini, kami berkomitmen untuk terus mengembangkan potensi pertanian sebagai bagian dari pembinaan yang berkelanjutan, sekaligus mendukung upaya mewujudkan ketahanan pangan di lingkungan pemasyarakatan,” tandasnya.







