YATBA Sulap Botol dan Gelas Bekas Menjadi Hiasan Cantik

HUT ke-81 RI Bupati dan Wakil Bupati Takalar

HUT ke-81 RI Ketua DPRD Takalar

SULSELBEEITA.COM. Takalar – Yayasan Tunas Bangsa (YATBA), yang merupakan sebuah lembaga yang bergerak dibidang pendidikan di Takalar, rupanya telah membuat sebuah terobosan dan inovasi pengolahan sampah plastik menjadi hiasan dan bunga yang cantik, yang semua bahan bakunya dari botol dan gelas plastik bekas air minum mineral.

Bacaan Lainnya

HUT ke-81 RI ody Riyan Saputra - Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Takalar

dr. Ruslan Ramli, M. Adm. Kes, HUT Ke-81 RI

Bansuhari Said - Camat Pattallassang Kabupaten Takalar

HUT ke-81 RI Ayatullah Rawatib - Plt. Camat Polongbangkeng Selatan

Firmansyah Habsi - Lurah Pappa Kecamatan Pattallassang - Takalar

dr. irmayani, HUT Ke-81 RI

Himbaun Pasang Bendera Merah Putih HUT ke-81 RI

“Yatba sudah lakukan itu, sejak 7 bulan yang lalu. Gelas air minum mineral dan botol botol yang sudah tak terpakai, Yatba kumpulkan untuk membuat bunga dan hiasan di dalam kampus Yatba”. Ungkap Samsuar, pengelola Yatba. (Minggu, 17/3/2019).

Lanjut diungkapkan Samsuar, “Alhamdulillah hasilnya banyak sekolah sekolah lain yang telah melakukan itu. Dan ini adalah salah satu bentuk inovasi dari institusi pendidikan untuk mendaur ulang barang barang bekas menjadi barang yang bermanfaat, dan sekolahpun cantik dengan biaya yang sangat murah, hanya bermodalkan botol dan gelas plastik bekas serta cat saja, sudah cantik kelihatan”. Ungkapnya lagi.

Lebih jauh lagi diungkapkan pemilik Yatba ini, “Sampai sampai saya kerja sama dengan beberapa warung makan yang di kalampa dan warung makan lain, untuk kami kumpulkan botol dan gelas bekas nya, baru di bawa ke Yatba. Biasa saya ambil 10 karung sampai 15 karung untuk saya bawa ke Yatba. Sekolah lainpun meminta ke kami botol bekas dan saya kasih. Seperti di SDI. Tama’la’lang dan SDN 5 Ballo dan SD Centre Pattallassang. Alhamdulillah semua hiasan sekolah dari botol mineral. Dan itu bisa kita lihat bukti dari hasil inovasi sekolah hanya dari sisa sisa botol yang berserakan”. Tutup Samsuar.

Pos terkait